Kapanlagi.com – Mantan Sekjen DPP PKB H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua DPW PKB Jatim H. Imam Nahrawi (versi Muktamar Ancol, Jakarta), Kamis, membahas rencana ‘islah’ (rekonsiliasi) PKB tanpa H. Hasan Aminudin (ketua versi Muktamar Semarang).
Pembahasan “draft” islah dalam pertemuan tertutup sejak pukul 14.30 WIB hingga pukul 16.30 WIB itu tampak hadir KH Abdus Salam Mudjib (Sekretaris Dewan Syuro DPW PKB Jatim), M Mas`ud Adnan (wakil ketua), Khoirudin Abbas (sekretaris), dan jajaran pengurus lainnya.
Ketika dihubungi melalui telepon seluler (ponsel), Ketua PKB Jatim versi Muktamar Semarang H. Hasan Aminudin mengaku dirinya tidak bisa datang karena undangan yang sangat mendadak dan lokasi pertemuan yang dinilai tidak netral.
“Undangannya sangat mendadak, karena baru menerima pada Rabu (20/1) sore, kemudian mereka tidak mempertimbangkan faktor tempat yang netral, misalnya di Gedung PWNU Jatim, bukan di tempat mereka (Sekretariat DPW PKB Jatim pimpinan Imam Nahrawi),” katanya.
Menurut Hasan yang juga Bupati Probolinggo itu, bila lokasinya di Gedung PWNU Jatim, maka dirinya siap menjadi tuan rumah. “Gedung PWNU itu bukan sekadar lokasi yang netral, tapi NU itu `kan yang membesarkan PKB,” katanya.
Setelah pertemuan tertutup, Gus Ipul yang juga Wagub Jatim menegaskan bahwa dirinya sangat setuju dengan “draft” islah yang disusun Imam Nahrawi dan kawan-kawan, kemudian hasilnya ditawarkan kepada Hasan Aminudin dkk.
“Yang penting, islah harus berangkat dari niat untuk membesarkan PKB bagi kepentingan Pemilu 2014, bukan untuk berebut posisi, karena itu islah harus mengumpulkan seluruh kader PKB yang berserakan dimana-mana,” katanya.
Oleh karena itu, katanya, islah hendaknya tidak dilakukan dengan “main ancam” seperti islah harus begini dan begitu, kemudian bila tidak begini dan begitu, maka tidak ada islah.
“Kalau islah dengan ancaman seperti itu, ya saya pesimistis. Karena itu, saya minta Imam Nahrawi membahas draft islah dengan pak Hasan Aminudin di PWNU. Insya-Allah, minggu depan akan bertemu kiai Mutawakkil (Ketua PWNU Jatim). Nanti akan ada tawar-menawar, tapi hal itu wajar karena islah ya begitu itu,” katanya.
Sebagai salah satu dari sekitar 50 orang lebih yang turut menandatangani pendirian PKB, Gus Ipul yang juga Ketua Umum PP GP Ansor itu berjanji akan turut mendorong terwujudnya islah PKB itu.
“Saya kira NU juga punya kewajiban dan hak moral untuk menata PKB, karena dulu tanggung jawab penataan PKB ada di tangan Gus Dur, tapi sekarang menjadi keharusan kita semua, asalkan jangan dilakukan orang PBNU yang juga `pemain` (berpolitik praktis),” katanya tanpa menyebut nama.
Secara terpisah, Imam Nahrawi mengaku syarat islah dari kelompok PKB versi Muktamar Semarang memang “terlalu tinggi” karena kepengurusan yang dipimpinnya justru merupakan kepengurusan yang diakui pemerintah dan mengikuti Pemilu 2009.
“Yang jelas, draft yang tersusun akan kami tawarkan, termasuk bila ada permintaan muktamar baru atau pergantian kepengurusan. Asalkan keinginan mereka rasional ya nggak masalah. Mereka mau sekjen, mau ketua DPW, mau bupati, atau mau apalah akan dibahas bersama,” katanya. (ant/dar)
Berita No Comments